Sakit Perut by A Zello A

Sinopsis

Zay adalah anak yang ceroboh, tidak sabaran, dan suka makan. Suatu hari dia dan keluarganya berlibur ke Pantai. Dia menginap di Villa. Saat makan siang, Zay makan dengan cepat dan sangat banyak. Hingga, apa yang terjadi dengannya? Dan apa yang dirasakannya?

Mari kita simak cerita berikut..

Jumat malam…

          Zay dan keluarganya sedang packing untuk liburan besok. Zay memasukkan beberapa pakaian, 1 botol, peralatan mandi, dan masih banyak lagi. Sementara, Ibu menyiapkan peralatan Pantai, (seperti alat untuk main pasir, wadah untuk membawa kerang, dan lain – lain). Setelah semuanya selesai, Zay dan Adiknya (Via) sikat gigi, mencuci kaki, tangan, dan muka, lalu masuk kamar masing – masing. Ibu memesan Villa, dan Ayah langsung tidur karena kecapekan.

***

Esoknya…

          Mereka telah sampai ke wisata Pantai. Lokasi wisata Pantai itu ada di kota Pacitan Indonesia. Disana mereka menginap di Villa yang sudah Ibu pesan tadi malam. Villa itu berada di dekat Pantai. Lalu mereka beristirahat dengan tenang.

          Setelah beristirahat sebentar, mereka berjalan menuju pantai melewati jalan setapak. Sesampainya di Pantai, Zay dan keluarganya bermain dengan gembira disana. Mereka bermain pasir, air laut, Mencari kerang, dan lain-lain. “Disini sangat seru!” Kata Zay. “iya, betul.” Jawab Adiknya. Tidak terasa, hari mulai menjelang siang. Ibupun memanggil Zay dan Via. “anak – anak, ayo makan.” Panggil ibu dari kejauhan. Dan akhirnya Zay dan keluarganya balik ke Villa mereka.

***

Saat makan siang…

     Sekarang mereka telah duduk di meja makan restoran Villa. Ibu sedang memesan makanan, dan sementara Zay, Via, dan Ayah menunggu di meja. “Hmm… ibu pesan makanan apa yaa?” Kata Zay yang sudah sangat lapar. “Sabar sedikit kenapa?” Tanya Via yang telah melihat iler kakaknya sudah keluar dari mulutnya. “Hey Zay, nih lap dulu mulutnya.” Perintah Ayah. Lalu Zay membersihkan mulutnya. Saat pesanan mereka datang, semua langsung melahapnya dengan senang. Ayah, ibu, dan Via cuci tangan lalu makan secukupnya saja. Tetapi, Zay justru berbeda, dia tidak cuci tangan sebelum makan, tetapi  dia langsung makan dengan sangat cepat dan sangat banyak. “Zay… kamu tidak cuci tangan?” Ibu bertanya kepada Zay. “Nggak mau!” Bentak Zay. “Nanti kuman – kuman yang ada di tanganmu bisa masuk lewat mulutmu lho, ayo cuci tangan.” Perintah Ayah. “Nggak ah, males…” Jawab Zay keras. “Gimana sih kak. Diajak cuci tangan malah nggak mau. Kakak juga makannya pelan – pelan, dan makanlah secukupnya saja! Gimana sih.” Lanjut Via. “Aku ‘kan lapar dik.” Kata Zay.

Tiba – tiba, Zay merasakan perutnya sangat sakit dan ingin buang air besar (BAB). Dia langsung lari ke toilet restoran, lalu dia BAB. Ternyata dia mengalami… BAB cair.

           Setelah selesai BAB, dia tidak bilang ke Ayah dan ibu. dia hanya segera menghabiskan makanannya, lalu meminta kunci Villa yang di bawa Ayahnya, dan setibanya di Villa, dia langsung masuk kamar mandi. Dia BAB cair lagi. Hingga di hari itu dia bolak – balik 3 sampai 4 kali untuk buang air besar. Akhirnya dia memutuskan untuk memberi tahu pada Ayah dan Ibu. Ternyata di Villa tidak ada Ayah, yang ada hanya Ibu. Diapun bertanya pada Ibu.

“Bu, Ayah dimana?” Tanyanya. “Ayah sedang main dengan Adik di pantai. Kamu kenapa nak?” Kata Ibu. Zay pun menjelaskan semuanya yang terjadi di kamar mandi pada Ibu. Ibu langsung kaget! Lalu Ibu menelepon Ayah menggunakan Handphonenya. Ayah dan Adik pun balik ke Villa setelah mendengarnya.

***

Di dokter…

           Sekarang Zay sedang di cek oleh Dokter. Ternyata, Zay Diare karena kebanyakan makan. “Sungguh menyesalnya aku…” Zay merasa menyesal dengan apa yang dilakukannya. “Makanya, kalau makan jangan terlalu banyak, makannya juga pelan – pelan. Diare itu sering menyerang anak – anak, jadi… kamu harus jaga kesehatanmu dengan Makan makanan yang sehat, cuci tangan, dan masih banyak lagi. Jangan makan berlebihan ya, oke?” Jelas Dokter panjang lebar. “Hhh… oke.” Jawab Zay lemas. “Gitu dong kak!” Kata Via yang mendengarkan percakapan mereka. Akhirnya mereka balik ke Villa dengan hati gembira, terutama Zay, dia bersyukur tidak sakit perut lagi.

-The End-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *